Program Kampung Tangguh Semeru Wani Jogo Suroboyo Sangat Efektif Tekan Positif Covid-19

0
503

Seusai diresmikan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak, kali ini Kampung Tangguh Semeru Wani Jogo Suroboyo diresmikan di wilayah hukum Polrestabes Surabaya. Peresmian dipusatkan di Jalan Wonorejo II, Kecamatan Tegalsari, Jumat, 12 Juni 2020.

Kampung Tangguh di RW IV Kelurahan Wonorejo ini diresmikan Kapolda Jatim Irjen Pol Muhammad Fadil Imran bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah. Selain itu, hadir pula Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kajari Surabaya, Kajari Tanjung Perak, Ketua Pengadilan Negeri Surabaya, dan beberapa pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya.

Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah mengapresiasi dan memuji Kota Surabaya yang telah membentuk 1.339 Kampung Tangguh Semeru Wani Jogo Suroboyo.

Menurutnya, keberhasilan ini merupakan wujud terbentuknya salah satu Kampung Tangguh di Surabaya. Dengan adanya Kampung Tangguh tersebut, ia berharap ke depan dapat terus menumbuhkan rasa kedisiplinan masyarakat terutama dalam menjalankan protokol kesehatan menuju tatanan baru.

“Memang awalnya kita tidak biasa. Tapi seperti yang disampaikan tadi, kita harus membiasakan hal yang tidak biasa. Makanya khusus warga Wonorejo yang sore ini mendapat kehormatan untuk launching Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo, sehingga ini bisa menjadi contoh,” ia menerangkan.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Muhammad Fadil Imran menambahkan dengan terbentuknya 1.339 Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo tersebut, ia yakin Kota Surabaya akan segera terbebas dari Covid-19.

“Mari sama-sama kita jaga Surabaya. Gotong royong sudah kelihatan, kebersamaan sudah kelihatan. Saya yakin warga Surabaya terkenal dengan tekadnya luar biasa, kotanya luar biasa,” kata Fadil.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan dari 1.360 RW di Surabaya, saat ini telah terbentuk sekitar 1.339 Kampung Tangguh Semeru Wani Jogo Surabaya. Hasilnya, beberapa kelurahan yang sebelumnya berstatus merah pandemi Covid-19, saat ini telah berubah warna menjadi oranye.

“Karena memang sebagian besar mereka sudah sehat. Pada hari ini ada kurang lebih 134 dan 138 pasien positif (sembuh). Alhamdulillah hari ini sudah keluar, baik dari Asrama Haji maupun isolasi mandiri,” kata wanita yang akrab disapa Risma itu di sela sambutannya.

Menurutnya, dengan bersinergi bersama pemerintah, Polri, TNI dan melibatkan masyarakat, ia optimis pandemi Covid-19 di Surabaya segera berakhir.

“Ini adalah untuk kita, keluarga kita, tetangga kita, dan sahabat-sahabat kita. Karena itu kita harus berani, benar-benar disiplin untuk menerapkan protokol-protokol kesehatan,” ia menjelaskan.

Selain membentuk ribuan Kampung Tangguh, Risma juga menyatakan telah menyiapkan sektor-sektor tangguh lain di Surabaya. Di antaranya Mal Tangguh, Industri Tangguh, Pasar Tangguh, Tempat Ibadah Tangguh, Pekerja Konstruksi Tangguh, Hotel Tangguh, Restoran Tangguh, Kafe Tangguh hingga Sentra PKL Tangguh. Komitmen ini sebagai wujud kerja bersama antara Pemkot Surabaya bersama lapisan masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kalau ini sudah terbentuk, saya rasa kita tidak perlu takut keluar karena mereka sudah tahu protokol-protokol yang harus mereka kerjakan,” ia menandaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here