Setelah Kampung, Risma Bentuk Mal, Pasar, dan Tempat Ibadah Tangguh

0
134

JawaPos.com–Pemkot Surabaya berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya dan Polres Tanjung Perak terkait optimalisasi Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo setelah berakhirnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, bersama kepolisian akan terus menciptakan Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo untuk menjaga supaya persebaran Covid-19 bisa dihambat. Koordinasi dengan Polrestabes Surabaya dan Polres Tanjung Perak terkait kampung tangguh karena Kota Surabaya terbagi menjadi dua wilayah.

Awalnya, Risma mengunjungi Polres Tanjung Perak dengan menunjukkan peta sebaran Covid-19 di Kota Surabaya khususnya di wilayah Polres Tanjung Perak. Selanjutnya Wali Kota Risma bersama jajarannya berkunjung ke Polrestabes Surabaya. Dia juga terus mendorong pembentukan Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo.

”Hingga saat ini sudah ada sebanyak 1.340 kampung yang sudah membentuk kampung tersebut,” ujar Risma seperti dilansir dari Antara pada Selasa (9/6).

Selain mendorong Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo, Risma bersama Polrestabes Surabaya juga mendiskusikan pembentukan mal tangguh, tempat ibadah tangguh, dan pasar tangguh. Jika semua itu bisa dilakukan, dia optimistis penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya akan bisa ditekan.

Risma mengatakan, sebetulnya di Kota Surabaya ada persebaran Covid-19 dan terus dicari dengan cara menggelar rapid test dan tes swab masal. Jika ditemukan ada yang reaktif atau positif, pihaknya akan mengobati ke rumah sakit. ”Bisa juga diisolasi di hotel atau di Hotel Asrama Haji,” kata ujar Risma.

Namun, lanjut dia, yang paling penting adalah di sekitar kampung yang ditemukan positif Covid-19 itu, harus dijaga supaya tidak makin menularkan kepada yang lain. Sebab, kata dia, di Surabaya sangat banyak kampung padat penduduk dan risiko penularan sangat tinggi.

Oleh karena itu, kata dia, setelah PSBB tidak diperpanjang, dia berharap warga Kota Surabaya terus disiplin menjaga protokol kesehatan.

”Masih banyak saudara-saudara kita yang dirawat di rumah sakit dan masih banyak pula tim medis yang merawat saudara-saudara kita itu. Jadi ayo jangan ditambah beban mereka,” tutur Risma.

sumber: https://www.jawapos.com/surabaya/09/06/2020/setelah-kampung-risma-bentuk-mal-pasar-dan-tempat-ibadah-tangguh/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here